Sayangnya informasi yang kita terima tentang UIN sangat minim, bahkan bisa dikatakan salah. SIC sudah terlanjur mengumumkan kelulusan gw seakan-akan sudah final. hehehe... akhirnyanya gw jadi korban miskomunikasi deh... yang isu pertamanya gw udah diterima di FK UIN, eh rupanya nggak karena adanya seleksi nilai lagi setelah penerimaan berkas. Saat itu berkas gw diterima hanya karena dianggap layak untuk masuk FK, tetapi masalahnya ada seleksi nilai lagi yang akan dibandingkan dengan nilai-nilai peserta PMDK lain. Itu yang kita belum tahu. Gw pun baru ngerti setelah gw sendiri yang nanya ke panitia. Dan rupanya nilai gw bisa dibilang tidak termasuk 35 terbaik dari seluruh pendaftar jurusan kedokteran UIN.
SIC waktu itu juga nggak ada komunikasi langsung dengan panitia UIN, mungkin karena jalinan kerjasama ini masih baru dimulai. Sayangnya jalinannya kurang membuahkan hasil. Barangkali guru2 SIC yang membimbing gw untuk melanjutkan kuliah ini nggak disiapkan anggaran, cuman dimodali keikhlasan dan pengorbanan...hehehhe...becanda. Tapi barangkali ini bisa jadi masukan untuk sekolah yang gw banggakan ini. Perhatian guru sudah sangat baik untuk siswa, khususnya kelas ujian. Tetapi alangkah baiknya ada tim guru yang mengarahkan siswa-siswi kelas XIInya untuk mempersiapkan kuliah mereka. Baik untuk mengikuti SPMB, Ujian mandiri PTN ataupun PMDK. Agar perhatian dapat sepenuhnya diperoleh siswa sehingga mereka mengerti langkah apa yang harus mereka persiapkan sejak awal kelas XII. Apalagi jumlah siswa yang pasti mudah untuk dikoordinasi. Disamping itu dengan adanya tim, tidak hanya 1 atau 2 guru saja yang memperhatikan, tetapi koordinasi tim itu yang dapat mengantarkan siswa kejalan dan pilihan yang tepat menuju bangku kuliah. Semoga masukan saya dapat diterima demi menyempurnakan sekolah yang saya cintai ini.

0 comments:
Post a Comment